Langsung ke konten utama

Postingan

Kuasa Perkataan

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. —Amsal 18:21 Aku percaya banget dengan kuasa perkataan. Apalagi yang mengatakan orang percaya. Maka hendaknya kita menjaga perkataan yang keluar dari mulut kita, terutama menyangkut masa depan kita dan orang lain.  Aku bagikan pengalamanku mengenai hal ini: 1. Waktu aku duduk di bangku SMP, aku selalu melewati 1 Rumah Sakit Ibu & Anak. Di atas becak, aku bergumam kemudian berkata kalau aku ingin bekerja disitu. Tiga belas tahun kemudian aku betul-betul menjadi dokter umum disana selama 1 tahun. 2. Waktu PTT aku berkata bahwa aku akan rehat 1 tahun dulu dan ingin travelling . Eh betul sekali, tepat 1 tahun aku rehat dan bekerja di Solo. Sempat mengunjungi Lombok, Bali, Malang, Bandung, Jakarta, bahkan sampai Israel-Mesir-Yordania-Uni Emirat Arab. Puji Tuhan. 3. Keinginanku untuk studi Kedokteran S1 di UGM tidak tercapai. Alih-alih aku berucap dalam hati dan mengatakan pada temanku bahwa aku...

PPDS Anak FK UGM

Puji nama Tuhan Yesus Kristus saya diterima di PPDS Anak FK UGM. Saya tidak menyangka, karena rasanya banyak yang lalai saat ujian penerimaan kemarin. Jadi, saya sudah berjanji untuk menuangkan pengalaman saya disini. Penerimaan PPDS "katanya" si relatif, hampir tidak ada yang tahu bagaimana seseorang bisa diterima atau tidak. Tapi, menurut saya, FK UGM cukup objektif ya, karena berbagai item  yang dinilai. Yang pasti adalah kamu harus punya kelebihan yang kamu akan tonjolkan nanti. 1. PNS/ Tubel/ LPDP bisa menjadi suatu kelebihan, walaupun tidak menentukan untuk diterima ya. 2. PTT, post PTT pusat tentunya juga menjadi bahan pertimbangan bagi tim penguji. Nah inilah saya, sebelumnya saya pernah PTT 2 tahun di Kepulauan Aru, Maluku. Puji Tuhan, hal ini dipertimbangkan. 3. Punya prestasi/ publikasi penelitian. 4. Pernah magang. Kalau IKA, ya pernah magang di PRO. Tapi adik kandung saya yang magang di PRO pernah bilang, kalau ini tidak menjamin juga kamu otomatis diterima...

Whisper of the Heart

Setelah menonton Totoro, Spirited Away, From Up to Poppy Hill, saya mencari film-film lain dari Studio Ghibli. Nah, ketemu deh sama Whisper of the Heart! Kesan yang saya dapat dari film ini: segar, ringan, dan nostalgik. Mengingatkan saya akan pengalaman cinta di masa muda.  Mengasihi berarti mendukung dan berharap yang terbaik untuk orang tersebut. Ah manisnya "cinta di masa muda"!

Penanganan Pertama Mimisan pada Anak

Mimisan pada anak merupakan kasus yang sering ditemukan di masyarakat. Seringkali terlihat menakutkan dan membuat Bunda/ Ayah panik. Namun ada penanganan pertama yang Bunda bisa lakukan saat menemukan anak yang mengalami mimisan. Mimisan umumnya terjadi pada anak usia 2 - 10 tahun. Selaput lendir dan pembuluh darah anak yang sensitif dan tipis, membuat anak gampang mengalami mimisan. Penyebab terbanyak mimisan pada anak adalah trauma pada hidung. Biasanya pada anak yang suka mengorek hidung. Selain itu, udara yang kering meningkatkan risiko kejadian mimisan pada anak. Penanganan pertama mimisan pada anak antara lain: 1. Bunda tetap tenang. Jangan panik. 2. Dudukkan anak di pangkuan Bunda. Posisikan kepala anak menunduk ke depan. 3. Tekan hidung anak selama 10 menit. Biarkan anak bernapas lewat mulut. 4. Bila darah masih keluar, ulangi penekanan 10 menit. 5. Minta anak keluarkan darah yang tertelan. 6. Bila darah belum berhenti lebih dari 20 menit penekanan, ata...

Hidup adalah...

Sebuah Awal

Terakhir saya menulis di blog ini 6 tahun yang lalu. Waktu benar-benar berlalu, bukan? Dalam 6 tahun, saya lulus dokter, tinggal di Maluku 2 tahun, dan sudah 1 tahun saya kembali tinggal di Solo. Apa yang berbeda dari galuh yang sekarang dan yang dahulu? Keberanian mungkin. Menjelajahi kota demi kota dengan budaya yang kontras, membuat saya lebih percaya diri untuk bertemu dengan orang baru dan menjalani situasi yang baru. Saya percaya hidup itu diatur oleh yang mengatur semesta. Umur 27 tahun, masih mengejar mimpi dan belum ada "pelabuhan tempat dan hati". Saya pikir bila ada saya di dimensi waktu yang lain, dengan kondisi yang berbeda 180 derajat, saya akan tetap menjadi saya, yang tidak puas dengan keadaan "menetap". Bagaimana hidup saya kelak? Apakah saya sudah mencapai kualitas hidup yang baik? Saya hanya berusaha berjalan, bergerak, bekerja. Saya berharap Dia yang "memegang tangan saya" menuntun saya (kalau perlu menarik-mendorong bila saya ...